Saturday, January 17, 2015

Skl Un Fisika : Pengukuran Dan Angka Penting

SKL UN Fisika  : Pengukuran dan Angka Penting

Indikator 1.1 Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan memilih hasil pengukuran dengan memperhatikan hukum angka penting.

Pengukuran
1. Menggunakan Jangka Sorong
Jangka sorong mempunyai ketelian 0,1 mm atau 0,001 cm.
Bagian penting jangka sorong :
- rahang tetap
- rahang geser
 Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan memilih hasil pengukuran dengan memperhat SKL UN Fisika  : Pengukuran dan Angka Penting
Sumber : Buku Terpadu Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X karya Bob Foster
Contoh pembacaan jangka sorong menyerupai pada gambar di atas adalah
- Angka nol pada skala nonius berada di antara 4,7 cm dan 4,8 cm
- Garis nonius yang berhimpit dengan skala utama ialah garis ke-4
- Pembacaan jangka sorong tersebut ialah 4,7 cm + 0,04 cm = 4,74 cm
(Bagaimana? Praktis bukan?)
2. Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup ini mempunyai ketelitian hingga 0,01 mm. Bagian-bagian dari mikrometer sekrup ini mencakup rahang tetap, rahang geser, kunci, skala tetap, skala putar dan pemutar (teromol).
 Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan memilih hasil pengukuran dengan memperhat SKL UN Fisika  : Pengukuran dan Angka Penting
Sumber : Buku Terpadu Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X karya Bob Foster
Perhatikan hasil pengukuran berikut.
 Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan memilih hasil pengukuran dengan memperhat SKL UN Fisika  : Pengukuran dan Angka Penting
Sumber : Buku Terpadu Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X karya Bob Foster
Skala tetap menunjukkan : 2,5 mm
Skala putar menunjukkan : 7 x 0,01 mm = 0,07 mm
Sehingga hasil pengukurannya ialah 2,57 mm
Angka Penting
Untuk bahan ini, secara detailnya dapat melihat di postingan wacana angka penting, dari pengertian, hukum penulisan hingga operasi penghitungannya.
Secara ringkasnya, hukum untuk penjumlahan/pengurangan dan perkalian/pembagian ialah sebagai berikut :
- Pada ketika melaksanakan penjumlahan atau pengurangan, banyaknya angka penting yang dihitung didasarkan pada banyaknya angka di belakang koma yang paling sedikit.
Contohnya :
210, 5  (satu di belakang koma) + 10, 43 (dua di belakang koma) = 220,93 = 220,9 (satu angka di belakang koma)
- Pada ketika melaksanakan perkalian atau pembagian, banyaknya angka penting yang dihasilkan sama dengan banyaknya akngak penting dari bilangan yang mempunyai angka penting paling sedikit.
Contohnya :
2,21 (tiga angka penting) x 2,1 (dua angka penting) = 4,641 = 4,6 (dua angka penting)
Sumber https://arsyadriyadi.blogspot.com/


EmoticonEmoticon